ANTHURIUM memilki kekhasan, yaitu daunnya tebal, kokoh dan kompak, dengan bentuk yangbervariasi. Tanaman ini termasuk bandel, tidak manja. Perawatannya tidak repot, karena tak memerlukan pemangkasan dan tak digemari kutu. Namun, bagaimanapun, memelihara tanaman yang dipercaya sebagai milik para bangsawan ini memang memerlukan ketelatenan.
Sugiyono, salah seorang petani tanaman hias yang cukup berprestasi, memberi beberapa jurus jitu pemeliharaan anthurium agar menghasilkan tumbuhan yang sehat dan berdaun kokoh.
Yang pertama, pemilik jenmanii Sweet Merapi yang menang di berbagai kontes ini menyebut media tanam harus porous (mudah menyerap air). Selain itu, media tanam harus bebas dari organisme penyebab penyakit.
Dia memaparkan, anthurium tumbuh ideal di dataran sedang (300 – 500 meter dari permukaan laut/dpl). Suhu yang dikehendaki 24-28º Celcius (siang) dan 18-21º Celcius pada malam hari. Factor kelembaban juga tak kalah penting, sebab anthurium dapat hidup pada kelembaban 60-80%. Jika kurang atau lebih akan membuat tanaman layu. Kedua factor ala mini amat dominant dalam menentukan perkembangan postur tanaman. Oleh karena itu, suhu dan kelembaban ruang untuk budidaya harus diseduaikan.
Proposional
Pemilik Green House Bunga Ayu di Desa Ngunut, Kecamatan Tawangmangu, ini menambahkan, kelembaban udara di daeranya sangat cocok untuk budidaya anthurium. Karena itulah, tanaman hias yang dibudidayakan di wilayah tersebut cenderung berpostur bagus, berdaun tebal, proporsional dan kompak.
“Tumbuhan yang bagus adalah jika daun-daunnya tumbuh secara kompak dan proporsional. Kalau tak proporsional, berarti pemeliharaannya gagal,”urainya. Dia punya “rahasia” yang membuat anthuriumnya cepat tumbuh, yaitu dengan menggunakan Good Grow GF 1 atau formula pengatur pertumbuhan daun. Saat kontes, agar daun mengkilat, ia menggunakan Good Grow GF 2.
Sugiyono mengingatkan jika tanaman ini tak tahan matahari langsung. Jika itu terjadi, daun-daunnya akan terbakar akibat dehidrasi. Lingkungan pertumbuhan anthurium idelanya menerima sinar matahari dengan intensitas 30-60 persen saja. Jika dikembangkan di dataran rendah, sebaiknya menggunakan shadin net berukuran 65 persen, dan ukuran 55 persen untuk dataran sedang.
0 komentar:
Post a Comment